Irfan Hakim : Lewat Tol dan Jalan Biasa Sama Saja Macetnya!

Bagi selebritis Irfan Hakim, sebuah mobil harus memenuhi segala kebutuhannya. Mulai dari mampu mengangkut segala keperluan syuting maupun saat bepergian bersama keluarga. Untuk itu pilihannya jatuh pada Honda Jazz 2010 dan Toyota Alphard 2008 karena dianggap memiliki ruang kabin dan bagasi yang cukup luas. Irfan juga menggunakan jasa sopir untuk mengantarnya beraktivitas, meski sesekali mengemudikannya sendiri.

“Seringnya sih pake Alphard karena sangat luas untuk menyimpan semua keperluan syuting seperti sepatu yang jumlahnya lebih dari 30 pasang, baju-baju, jas dan koper-koper. Selain itu, asisten dan manajer gue juga bisa masuk. Alphard juga bisa diandalkan saat pulang kampung ke Bandung karena kita seperti rombongan sirkus, bawaannya banyak banget. Sedangkan untuk Jazz biasanya digunakan untuk mengantar anak sekolah atau istri jalan-jalan, jadi bukan buat gaya-gayaan,” ujar suami dari Della Sabrina Indah Putri ini saat ditemui di acara Honda Jazz Star Search 3 di Jakarta Theater, beberapa waktu lalu.

Lucunya saat bepergian tidak ditemani sopir, Irfan kerap ‘berselisih’ dengan istrinya. “Gue sama istri selalu rebutan karena sama-sama ingin menyetir. Istilahnya mendingan konsentrasi menyetir daripada harus repot mengurusi tiga anak perempuan semua,” tukas Ayah dari Aisyah Hakim (2,5 tahun) dan si kembar Rakana Hakim dan Raina Hakim (8 bln) sambil tertawa.

Namun ada yang tidak disukai Irfan saat menyetir sendiri. “Kalau saat nyetir sih enak, tapi pas parkir, gw benci banget karena gue belum mahir. Bisa dibilang jumlah berapa kali gue nyetir bisa dilihat dari berapa banyak baret pada mobil, hahaha. Belum lagi nyari tempat parkir di mall yang susah banget. Makanya jika harus parkir, gue akan gunakan jasa valet saja,” imbuh pria kelahiran Bandung, 15 Oktober 1975 ini.

Presenter Insert Pagi di Trans TV ini juga menyoroti kemacetan Jakarta yang bertambah parah. Bahkan Irfan sekarang harus berangkat lebih pagi, dari sebelumnya pukul 06.00 menjadi pukul 05.30 untuk berangkat syuting jam 06.30 ke studio Trans TV dari rumahnya di Jatiwaringin. “Sekarang mau lewat jalan tol atau jalan biasa sama saja! Harus diperbaiki nih angkutan umumnya agar lebih nyaman dan segera buat transportasi missal,” tegasnya.

Terakhir, Irfan kaget saat diberitahu soal pajak progresif yang intinya pajak untuk mobil kedua dan seterusnya lebih besar dibanding mobil pertama. “Hah, ada saja ya celah buat pemerintah ngambil duit dari masyarakat. Kita yang bayar pajak, tapi gak tau siapa yang kaya,” geramnya. Namun Irfan mengingatkan agar pemerintah dalam menyalurkan uang pajak tersebut harus di jalan yang benar.
m.lulut@gmail.com

Related posts:

Tentang Penulis

menulis 318 artikel di website ini.

Managing Editor review1st.com. Memiliki pengalaman sebagai penulis di harian nasional, majalah dan online sejak tahun 2003. Spesialisasinya di bidang otomotif, baik roda dua maupun roda empat. Contact person: m.lulut@gmail.com

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2012 review 1st. All rights reserved.