Test Ride : Honda CBR 250R

Redaksi bersama jurnalis nasional lainnya ditantang untuk mencoba performa Honda CBR 250R di sirkuit Sentul, Bogor. Tak kurang dari 20 unit Honda CBR250R ABS dan Non-ABS telah disiapkan pihak PT. Astra Honda Motor (AHM) untuk diuji sebanyak empat putaran di lintasan aspal sepanjang 4,12 kilometer tersebut.

Namun sebelum itu, terlebih dahulu redaksi akan mengomentari desain eksteriornya. Dibanding generasi sebelumnya yang berkapasitas 150 cc, Honda CBR250R memiliki tampilan yang benar-benar baru. Aplikasi fairing yang dirancang dinamis dan sporty, memberikan kesan tampan dan attraktif. Honda menyatakan desain motor ini memang terinspirasi dari Honda VFR1200F dan CBR1000RR sehingga tampak modern dan futuristik.

Honda CBR250R kami nilai memiliki karakter berbeda dengan pesaingnya yaitu Kawasaki Ninja 250R. Jika Ninja menampilkan kesan berotot yang siap turun di lintasan sirkuit, CBR250R lebih condong ke arah motor sport touring eksklusif yang dirancang untuk kenyamanan saat digunakan harian. Hal ini terlihat dari posisi setang kemudi yang tidak terlalu rendah dan cukup ergonomis, sehingga pengendaranya tidak akan merasa cepat pegal. Berbeda dengan Ninja dengan posisi menduduk, cocok untuk bermain di lintasan sirkuit.

Terbukti, Kepala Pusat R&D Honda Ltd CBR250R, Jepang, Noritake Takami mengakui hal itu. “Riset kami menyebutkan konsumen butuh motor yang mudah bermanuver, praktis, simple dan ekonomis. Tidak lupa unsur kenyamanan dan keselamatan juga menjadi fokus kami,” ujarnya.
Benar saja, saat duduk di Honda CBR250R, terasa nyaman dan tidak berbeda jauh saat mengendarai Honda Tiger atau MegaPro. Panel instrument speedometer juga terlihat futuristik dengan mengkombinasikan konsep digital dan analog. Di dalamnya terdapat informasi mengenai kecepatan, temperature mesin, bahan bakar, jam odometer dan tripmeter. Sayangnya Honda lupa satu hal, yaitu tidak adanya indikator transmisi/gigi.

Saat gas dipelintir, CBR250R langsung bereaksi memberikan akselerasi cukup responsif yang bersumber dari mesin 250cc DOHC. Minusnya, tidak terdengar raungan mesin ber cc besar layaknya motor superbike. Hmm.. sepertinya Honda perlu membuat suara knalpot lebih gahar agar lebih mencerminkan sebuah motor sport sejati.

Saat mengendalikan Honda CBR250R di kecepatan rendah maupun tinggi, redaksi tidak perlu usaha keras untuk menguasainya. Adaptasi cepat ini sekaligus kian membuktikan bahwa motor ini berkonsep motor sport touring yang nyaman. Hal ini sangat berguna bagi pengendara yang kerap menemui kemacetan lalu lintas karena posisi duduk yang tidak membungkuk dan mudah saat harus meliuk-meliuk. Kenyamanan juga ditunjukkan jarak pijakan kaki dengan tempat duduk yang tidak terlalu tinggi sehingga pengendara bisa menapakkan kakinya secara sempurna.
Berkat bobot ringan 161 kg (Ninja 168 kg), CBR250R lebih bisa diajak kompromi saat harus merebah di tikungan ataupun mendorong saat parkir. Kestabilannya juga patut dipuji berkat rangka baja bertipe Diamond Twin-Spar dan suspensi Pro-link yang membuat goncangan pada tempat duduk terasa lebih lembut. Apalagi dibantu ban berukuran besar 110/70-17 di depan dan 140/70-17 di belakang, memberikan traksi maksimal ke aspal yang membuat redaksi percaya diri saat merebah. Kelebihan lainnya, CBR 250R memiliki radius putar yang lebih pendek yaitu 2,5 meter (Ninja 2,9 m) sehingga tidak perlu ruang luas saat harus berbelok memutar.

Selanjutnya dari segi pengereman, terbukti unit Honda CBR250R Combined-ABS yang ditunggangi redaksi memberikan rasa aman. Piranti ini berfungsi sebagai sistem pengereman yang memadukan antara Combi Brake System dengan sistem ABS sehingga menghasilkan performa pengereman efektif saat pengereman mendadak maupun kondisi jalan licin. Itulah mengapa saat dilakukan rem mendadak pada pedal kaki, sistem pengereman akan bekerja mengerem roda depan dan belakang secara proporsional dan rasanya seperti berdenyut.

“Saat pengereman mendadak terasa berdenyut, itu hal normal dan bukti kalau sistem ABS bekerja dengan baik melepas dan mengunci roda. Sedangkan untuk kecepatan maksimalnya mencapai 150 km/jam dan masih bisa ditingkatkan lagi,” imbuh Takami. Ternyata benar apa yang dikatakan Takami. Lewat lintasan lurus sirkuit Sentul, redaksi membuktikan perkataan Takami dengan mencapai kecepatan 150 km/jam melalui gigi tertinggi yaitu gigi 6 dengan stabil. Tapi rekan dari tabloid MotorPlus ternyata lebih gila lagi. Sang riders, Eka Budhiansyah mengklaim kecepatan maksimalnya bisa menyentuh 164 km/jam!. Puas kebut-kebutan di sirkuit Sentul, lantas membuat jatah empat putaran terasa sangat cepat dan redaksi harus kembali ke pit. Secara garis besar, kesempatan test ride ini kami ungkapkan “It’s amazing race experience with Honda CBR 250R,”

m.lulut@gmail.com

kata kunci pencarian:

  • test ride honda tiger
  • cbr 250r lebih cepat di sirkuit
  • kenyamanan cbr 250
  • tinggi tempat duduk ninja 250r

Related posts:

Tentang Penulis

menulis 318 artikel di website ini.

Managing Editor review1st.com. Memiliki pengalaman sebagai penulis di harian nasional, majalah dan online sejak tahun 2003. Spesialisasinya di bidang otomotif, baik roda dua maupun roda empat. Contact person: m.lulut@gmail.com

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2012 review 1st. All rights reserved.