Kecelakaan Mudik Meningkat Akibat Perilaku Ceroboh

 

Data Kepolisian menunjukkan kecelakaan saat mudik atau pulang kampung di tahun 2011 meningkat 996 kasus atau 33,08% menjadi 4.006 kecelakaan, dari sebelumnya 3.010 kasus di tahun 2010. Dari jumlah kasus kecelakaan tersebut, 661 orang diantaranya meninggal dunia yang paling menyedot perhatian adalah kecelakaan artis Saipul Jamil yang mengakibatkan istrinya tewas. Tapi, pada umumnya, kasus kecelakaan tersebut lebih besar disumbang dari kendaraan roda dua alias motor. Lantas apa yang menyebabkan kecelakaan terus meningkat?

Dari analisa Sony Susmana, seorang Instruktur safety driving berpengelaman dari Indonesia Defensive Driving Center (IDDC), semua kecelakaan tersebut bersumber dari perilaku berkendara saat di jalan raya. “Mereka yang mudik pikirannya bagaimana caranya agar cepat sampai di kampung halamannya masing-masing, dengan mengesampingkan keselamatan dijalan. Perilaku human error inilah yang membuat berkendara menjadi agresif, egois dan main serobot,” ujar Sony saat dihubungi redaksi.

Perilaku lainnya yang ikut menimbulkan potensi kecelakaan adalah banyaknya motor melebihi kapasitasnya. Artinya seharusnya kapasitas motor hanya diisi dua orang, tapi ditumpangi tiga orang, bahkan empat orang. “Banyak juga pengemudi mobil dan motor membawa kebiasaan berkendaranya di dalam kota ke luar kota, padahal karakternya berbeda. Mengemudi itu harus fokus,” imbuh Sony yang menyebutkan kecelakaan Saipul Jamil kemungkinan disebabkan perasaan yang terlalu senang sehingga tidak konsentrasi.

Selain perilaku, penyebab lain makin meningkatnya jumlah kecelakaan adalah tidak jelasnya peraturan pemerintah soal larangan mudik menggunakan motor. Menurut Sony, pemerintah harusnya tegas soal larangan mudik pakai motor melebih dari dua orang. Sarana dan prasarana juga harus disediakan dan ditingkatkan agar masyarakat bisa lebih nyaman saat mudik. “Dulu pemerintah pernah mengakomodasi para pemudik motor menggunakan kereta api, tapi sekarang tidak ada lagi, sehingga pemudik motor tidak ada alternatif lagi,” tukasnya.

Kurangnya kesadaran akan keselamatan memang menjadi isyu penting saat berkendara di jalanan. Sony sendiri mengakui, meskipun sudah menggiatkan kampanye keselamatan berkendara sejak 1996 dengan memberi contoh kepada masyarakat, ternyata sampai saat ini tidaklah gampang. “Tapi saya tetap komitment untuk terus menyadarkan mereka agar lebih sadar akan keselamatan di jalan raya,” jelasnya. Jadi marilah kita lebih peduli keselamatan, karena apalah artinya cepat jika tidak sampai dengan selamat di rumah.
m.lulut@gmail.com

kata kunci pencarian:

  • gambar perilaku pengemudi
  • sonny susmana
  • sony susmana

Related posts:

Tentang Penulis

menulis 318 artikel di website ini.

Managing Editor review1st.com. Memiliki pengalaman sebagai penulis di harian nasional, majalah dan online sejak tahun 2003. Spesialisasinya di bidang otomotif, baik roda dua maupun roda empat. Contact person: m.lulut@gmail.com

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2012 review 1st. All rights reserved.