Test Ride : Honda CBR 150R

Setelah merasakan performa Honda CBR 250R, giliran redaksi mencoba sang adik yang memiliki paras sama dengan abangnya. Namun kali ini, PT. Astra Honda Motor (AHM) mengajak para jurnalis, termasuk redaksi menjajalnya di sirkuit Karting Sentul, Bogor. Sebenarnya ada sedikit rasa kecewa, karena sesi test ride ini tidak dilakukan di sirkuit Sentul besar seperti yang dilakukan pada Honda CBR250R, beberapa bulan lalu.

Generasi baru dari Honda CBR150R ini memang sangat berbeda dengan pendahulunya yang wara-wiri dijual Importir Umum (IU). Tengok saja mulai dari lampu depan, konsep full fairing hingga desain lampu belakang diklaim AHM sebagai the real sport bike. Sosoknya ini malah sangat mirip dengan kakaknya CBR250R, bahkan mungkin bisa menipu pengguna jalan lain dengan menganggapnya sebagai CBR250R.

Selepas memakai perlengkapan safety gear seperti jaket, knee protector, helm dan sarung tangan, kami langsung menaiki motor yang dijual Rp 33 juta ini. Saat duduk di jok model balap dengan konsep split atau terpisah antara pengendara dan pembonceng ini, kaki redaksi (tinggi badan 169 cm) bisa menapak dengan sempurna ke tanah. Posisi yang cukup rendah ini berbeda dengan kakaknya, dimana jarak antara jok dan tanah milik CBR250R lebih tinggi.

Saat menginjak gigi 1 dan melepas kopling, reaksi mesin berkapasitas 150 cc PGM-FI, berkonfigurasi DOHC 4-valve, silinder tunggal, berpendingin cair (radiator) dengan kipas elektrik, terasa sedikit lambat. Inilah efek dari penggunaan sistem injeksi pada CBR150R yang karakternya tidak se-responsif penggunaan sistem karburator konvensional.

Namun jangan salah, saat grip gas diputar lebih dalam diatas 7.500 rpm, ternyata agresifitas motor bertenaga 17,5 hp ini langsung berteriak kencang. Dari spesifikasinya memang terlihat tenaga maksimum CBR150R akan didapat di atas 10.500 rpm dengan torsi 26,66 Nm pada 8,500 rpm. Jadi pantas saja putaran atasnya lebih galak.

Karena kondisi lintasan basah akibat hujan yang mengguyur sirkuit Sentul kecil serta track lurus yang cukup pendek, maka redaksi hanya bisa memacu hingga gigi 3 dengan kecepatan 85 km/jam saja. Padahal redaksi ingin memaksimalkan tenaga CBR150R yang telah dilengkapi transmisi 6-speed itu hingga batas maksimumnya.

Honda menyatakan motor ini merupakan perpaduan dari sportbike CBR1000R dan motor berkonsep touring VFR1200F. Hasilnya, tercipta motor full fairing namun dengan posisi setang yang tidak terlalu menunduk. Hal ini berguna saat melakukan perjalanan jauh, tidak akan terlalu cepat merasa pegal dan cape.

Sirkuit Gokart Sentul kecil yang penuh kelokan, menjadi ajang sempurna untuk mengetes sektor kaki-kaki. Didukung rangka twin tube diamond, gerakannya ternyata cukup lincah untuk bobot 138 kg dan sanggup mengikuti kemauan pengendaranya. Suspensi monoshock di belakang, juga bisa meredam kejutan dan mengimbangi setiap manuver-manuver kecil serta tidak goyang di kecepatan tinggi.

 

Berkendara dan merebah di tikungan tajam kian percaya diri melalui pengaplikasian ban lebar berukuran 100/80 R17 di depan dan 130/70 R17 di belakang. Sedangkan sistem pengereman yang sudah dilengkapi rem cakram di depan dan belakang, dipastikan membuat pengendara tidak terlalu khawatir saat harus melakukan rem mendadak.
m.lulut@gmail.com

kata kunci pencarian:

  • review honda cbr 150
  • honda cbr 150 review
  • test honda cbr 150 cc
  • cbr 150r review
  • honda cbr 150r test review
  • test ride new cbr 150
  • cbr 150r reviews
  • test drive new honda cbr 150
  • test drive honda cbr 150r
  • test honda cbr 150 cc cocok untuk toring

Related posts:

Tentang Penulis

menulis 318 artikel di website ini.

Managing Editor review1st.com. Memiliki pengalaman sebagai penulis di harian nasional, majalah dan online sejak tahun 2003. Spesialisasinya di bidang otomotif, baik roda dua maupun roda empat. Contact person: m.lulut@gmail.com

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2012 review 1st. All rights reserved.