Test Drive : Hyundai Grand Avega Indonesia

Test Drive : Hyundai Grand Avega IndonesiaRute sangat menantang telah disiapkan PT. Hyundai Mobil Indonesia (HMI) bagi para jurnalis dalam event Media Fun Drive Hyundai Grand Avega 28-30 September 2011. Ajang pengujian performa, kenyamanan dan ketangguhan ini dimulai dari kota Jogyakarta menuju Jakarta dengan jarak yang harus ditempuh hampir mencapai 700 km. Beragam kondisi jalan serta kondisi penuh dengan tanjakan dan turunan menjadikan test drive kali ini membutuhkan konsentrasi yang sangat tinggi.

Berparas modern dan dinamis, Grand Avega mencoba menganggu kemapanan penghuni hatchback lama seperti Toyota Yaris, Honda Jazz, Mazda2 dan Ford Fiesta. Secara desain, sosok Grand Avega ini tidak kalah dengan kompetitornya. Penampilannya cukup sporty dan berkarakter anak muda dengan garis-garis halus namun tegas. Nuansa Eropa semakin jelas melalui desain Fluidic Sculpture yang mengalir dinamis hasil pengembanyan rumah desain Hyundai di Jerman.

Namun jangan bandingkan Grand Avega dengan sedan liftback Avega. Kedua mobil ini sama sekali berbeda platform, desain hingga mesinnya. Alasan tetap dipertahankannya nama Avega karena Hyundai merasa image-nya sudah terbentuk positif di masyarakat Indonesia. Grand Avega juga berbeda dengan Hyundai i20 meskipun sama-sama berwujud hatchback.

Saat menghidupkan starter, mesinnya terdengar halus dan hampir tidak terdengar kedalam kabin. Pedal gas pun diinjak penuh dan Grand Avega langsung memindahkan bobotnya memenuhi ajakan mesin Gamma 1.4L DOHC. Tenaga yang dimiliki Grand Avega ini paling tinggi dibanding i20 yang juga bermesin 1.4L, bahkan Avega sekalipun yang bermesin 1.5L, yaitu Grand Avega memiliki tenaga 108 hp, i20 100 hp dan Avega 92 hp.

Namun akselerasi Grand Avega dari keadaan diam tidak se-responsif i20 dan Avega. Hal ini dikarenakan Grand Avega sudah mengusung teknologi Drive by Wire atau teknologi akselerasi untuk menggantikan sambungan mekanis yang menghubungkan pedal akselerasi dengan mesin. Tapi efek positifnya, konsumsi bahan bakar akan lebih irit dibandingkan sistem konvensional.

Dengan bantuan voreijder atau mobil patroli pengawal dari kepolisian, laju kendaraan 10 unit Hyundai Grand Avega seakan tidak terbendung. Kecepatan tinggi sepanjang perjalanan membuat Grand Avega bisa dipacu redaksi hingga 150 km/jam. Dengan tenaga cukup besar 108 hp, Grand Avega bisa melesat di putaran tinggi dan diprediksi bisa mencapai 180 km/jam dengan bantuan transmisi manual 5-speed.

Saat melewati kota Kebumen dengan jalanan penuh tanjakan, turunan dan berliku tajam, Grand Avega ternyata diluar dugaan mampu melumatnya. Jujur saja, awalnya redaksi sempat ragu saat harus berbelok pada kecepatan tinggi, tapi ternyata Grand Avega memberikan nuansa berkelas layaknya mobil-mobil Jepang di kelasnya. Bahkan redaksi berani berkomentar, pengendaliannya hampir setara dengan penguasa kelas hatchback.

Setirnya juga tidak terlalu berat atau terlalu ringan serta mampu mengikuti keinginan pengemudi. Nilai minusnya mungkin pada sistem pengereman yang tidak dilengkapi dengan sistem ABS, EBD maupun BA. Namun saat menanjak, sepertinya Grand Avega perlu torsi lebih besar lagi agar lebih galak. Saat ini torsinya tercatat 137 Nm dan kuncinya agar tidak kehilangan nafas, perpindahan gigi yang harus tepat. Soal suspensi, penggunaan McPherson Strut+Stabilizer di depan dan Coupled Torsion Beam Axle di belakang disetting sempurna untuk menciptakan kestabilan tinggi saat menikung. Terbukti Hyundai Grand Avega minim gejala oversteer dan understeer.

Begitu pula saat melewati jalanan aspal rusak, masih di daerah Kebumen, ternyata mampu diredam suspensi Grand Avega tanpa kompromi. Kenyamanannya ini patut diacungi jempol untuk kelas hatchback yang penuh sesak di Indonesia. Di dalam kabin, sebenarnya tidak terlalu banyak fitur mewah yang disematkan. Namun fitur Eco-Drive sangat membantu pengemudi untuk mendapatkan konsumsi bahan bakar yang lebih irit. Di versi manual, fitur ini akan terlihat pada panel meter yang akan menunjukkan bahwa pengemudi harus pindah gigi ke yang lebih tinggi.

Test Drive : Hyundai Grand Avega Indonesia

Untuk pemanja telinga, tersedia head unit Double-Din dengan tambahan konektor USB piranti Blackberry maupun iPhone. Konsentrasi pengemudi juga akan tetap terjaga karena tersedia kontrol audio di lingkar kemudi.
m.lulut@gmail.com

Komentar Anda

Tentang Penulis

menulis 1220 artikel di website ini.

Penggemar otomotif, hobi test drive dan test ride. Kontak Email: m.lulut@gmail.com

Copyright © 2014 review1st.com. All rights reserved.