Hujan Batalkan Final Pertamina Mercedes-Benz C-Class Championship

Sedianya hari Minggu, 30 Oktober 2011 kemarin, menjadi balapan terakhir ajang balapan Pertamina Fastron Mercedes-Benz C-Class Touring Championship. Namun, hujan yang sangat deras mengguyur sirkuit Sentul, membuat Race Director memutuskan untuk membatalkan balapan dengan alasan keamanan. Kejuaraan balap satu merek C-Class ini pun diundur menjadi 27 November 2011.

“Hujan lebat ini selain membuat pandangan kedepan menjadi terbatas, juga di sirkuit Sentul terdapat tambalan semen. Pada saat hujan, perbedaan antara aspal dan semen menjadi tidak terlihat. Ini sangat berbahaya karena mobil bisa melintir jika melintas di atas semen. Untuk itu, kami memutuskan untuk membatalkan balapan final C-Class ini dan waktunya diundur menjadi 27 November,” ujar Rulianto Katam, Race Director Sirkuit Sentul.

Rulianto menambahkan, pada final nanti tidak ada kualifikasi atau penentuan posisi grid, karena menggunakan hasil kualifikasi yang sudah dilakukan sebelumnya. Namun keputusan ini menimbulkan pro dan kontra diantara sesama pembalap. Andrew Haryanto dari TOP 1 Racing Team misalnya, mengaku tidak bisa mengikuti balapan terakhir karena kontraknya sudah habis. “Terusterang, karena kontrak balapan sudah berakhir di seri ini, maka saya sudah jual mobil C-Class-nya, jadi ya saya tidak bisa mengikuti seri terakhir bulan depan,” tutur Andrew.

Usulan untuk dibuat kualifikasi ulang juga dilontarkan salah satu pembalap. “Kualifikasi kemarin, mobil saya bermasalah jadi tidak bisa ikut, sehingga harus start paling terakhir. Jadi saya inginnya balapan nanti diulang kualifikasinya,” ujar salah seorang pembalap. Namun Pimpinan Perlombaan menyatakan hal itu tidak bisa dilakukan karena masalah slot balapan di Sentul.

“Kualifikasi kan sudah dilakukan kemarin dan mungkin ada pembalap yang posisinya sudah bagus akan keberatan. Selain itu, balapan C-Class sebenarnya sudah tidak punya slot lagi di Sentul, karena hari ini seharusnya seri terakhir. Jadi kita tidak punya waktu lagi untuk kualifikasi, tapi untuk sesi latihan akan disediakan,” imbuh Rulianto.

Komentar cukup bijak diutarakan pemimpin klasemen sementara yaitu Fitra Eri dari TOP 1 GT Radial. Menurut pria berbadan kurus tinggi ini, sebaiknya permasalahan race berikutnya dikembalikan ke komunitas pembalap C-Class. “Balapan C-Class kan bukan kejuaraan nasional, jadi pandangan saya kita tanya ke komunitasnya saja. Namun saya sebagai pembalap, ya tentu inginnya balapan,” ujar pembalap yang berpeluang membawa pulang smart fortwo ini.

Akhirnya Race Director bersama promotor dari pihak Mercedes-Benz Indonesia menyatakan untuk balapan terakhir nanti, pembalap dipersilahkan untuk ikut atau tidak, dan tidak ada denda, jika memutuskan untuk tidak ikut. Sementara itu, Asisten Manajer Passenger Car Retail Marketing, PT. Pertamina, Syafa’at Jajuli juga menyayangkan datangnya hujan deras jelang balapan C-Class itu sehingga para pembalap yang sudah mempersiapkan kendaraannya sejak awal hanya bisa gigit jari.

“Hujan ini adalah faktor di luar kekuasaan manusia. Untungnya sepanjang empat seri digelar balapan ini cukup memuaskan dan banyak peminat sehingga kami dari pihak sponsor akan tetap mensponsori balapan mobil mewah ini hingga seri terakhir dan kemungkinan besar tahun depan pun kami akan tetap mensponsori,” jelas Jajuli.
m.lulut@gmail.com

Related posts:

Tentang Penulis

menulis 318 artikel di website ini.

Managing Editor review1st.com. Memiliki pengalaman sebagai penulis di harian nasional, majalah dan online sejak tahun 2003. Spesialisasinya di bidang otomotif, baik roda dua maupun roda empat. Contact person: m.lulut@gmail.com

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2012 review 1st. All rights reserved.