Bersiap Jadi Basis Produksi Truk, Isuzu Bangun Pabrik Baru

Bersiap Jadi Basis Produksi Truk, Isuzu Bangun Pabrik BaruPT. Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) memutuskan akan membangun pabrik baru di kawasan Suryacipta, Karawang pada akhir tahun 2012. Keputusan ini diambil setelah kapasitas produksi di pabrik Isuzu di Pondok Ungu, Bekasi hanya mentok di angka 40.000 unit per tahun. Padahal permintaan akan produk truk Isuzu terus mengalami peningkatan dan Isuzu Indonesia sudah mendapat lampu hijau dari pihak prinsipal Isuzu di Jepang untuk menjadikan Isuzu Indonesia sebagai basis produksi truk. Artinya dari pabrik baru tersebut, Isuzu Indonesia akan melakukan ekspor truk ke berbagai negara yang termasuk emerging market.

“Ya, sudah diputuskan kami akan melakukan pembangunan pabrik baru dengan investasi diatas Rp 1 trilyun. Lahannya sudah dibeli di kawasan Suryacipta, Karawang dengan luas 300.000 m2. Proses pembangunannya akan dilakukan pada November 2012. Kapasitas produksinya akan mencapai 80.000 unit per tahun. Selain pasar domestik, pabrik baru yang khusus untuk produksi truk ini juga akan diekspor ke berbagai negara. Sumber pendanaannya untuk pembelian lahan dari dana IAMI dan untuk pembangunannya masih dibicarakan, apakah akan menggunakan dana IAMI, pinjaman bank atau para stakeholder Isuzu,” tutur Yohannes Nangoi, Presiden Direktur IAMI, saat ditemui di Jogyakarta, beberapa waktu lalu.

Pabrik baru tersebut diperkirakan akan selesai pada akhir 2014 mendatang. Selain pabrik baru, Isuzu juga akan menambah lokasi penyediaan komponen di berbagai kota di Indonesia. Sampai tahun 2011, Isuzu memiliki authorized workshop yang tersebar di 38 kota, dengan 1.600 parts shop yang tersebar di 250 kota. Sedangkan untuk tahun 2012, Isuzu akan menambahkan 2 parts depo di Surabaya dan Makassar, disamping 4 parts depo yang sudah ada sebelumnya, yaitu Samarinda, Banjarmasin, Pekanbaru dan Medan.

Sedangkan untuk jaminan ketersediaan spare part secara nasional, Isuzu memperluas gudang spare parts utama di Pondok Ungu, Bekasi seluas 5.000 m2, dengan total stock 5.000 part number. “Kami juga memberikan jaminan 1×24 jam untuk ketersediaan spare parts atau gratis. Sedangkan untuk konsumen fleet di pedalaman, kami akan menyimpan spare parts di lokasi tersebut dan konsumen baru membayar jika spare part tersebut dipakai atau istilahnya konsinyasi. Ini penting untuk menjaga pelayanan dan kecepatan ketersediaan spare parts. Jadi konsumen fleet tidak harus menunggu spare parts yang akhirnya bisa menganggu aktivitas bisnisnya,” tutup Yo, sapaan akran Yohannes Nangoi.

m.lulut@gmail.com

Komentar Anda

Tentang Penulis

menulis 1226 artikel di website ini.

Penggemar otomotif, hobi test drive dan test ride. Kontak Email: m.lulut@gmail.com

Copyright © 2014 review1st.com. All rights reserved.