Suzuki Ertiga Test Drive
- Monday, July 9, 2012, 18:23
- REVIEW-FIRST, Suzuki
Kehadiran Suzuki Ertiga di pasar MPV nasional dipercaya akan membuat gerah para pemain lama seperti Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia atau Nissan Grand Livina. Selain harga yang sangat kompetitif, yaitu mulai dari Rp 143 juta, Ertiga memiliki paras yang tidak kalah modern dibanding pesaing-pesaingnya. Bahkan fitur-fiturnya ada yang melebihi rivalnya, sehingga bisa dikatakan paling komplit di kelasnya. Apa saja kelebihan dari MPV 7-seater ini, mari kita review.
DESAIN EKSTERIOR
Mobil yang pertamakali dilahirkan di India ini tampil dinamis dengan garis-garis halus yang elegan dan berkelas. Bentuknya tidak membosankan dan tidak kaku seperti produk MPV Suzuki sebelumnya, APV. Grille minimalis, headlamp besar, bumper depan dengan honeycomb serta foglamp menjadi ciri Ertiga bisa diterima keluarga Indonesia. Di buritan, lampu belakang attraktif dan lampu rem di atas, selain terlihat stylish, juga meningkatkan faktor keamanan.
Dimensi Suzuki Ertiga memiliki panjang keseluruhan 4.265 mm, lebar 1.695 mm dan tinggi 1.685 mm dengan jarak sumbu roda 2.740 mm. Dibanding Avanza, Ertiga sedikit lebih panjang dan lebih lebar, namun lebih rendah 10 mm. Terdapat 8 pilihan warna Ertiga yang disediakan Suzuki yaitu putih, hitam, biru, coklat, abu-abu, silver dan merah dengan velg multi-spoke berukuran 15 inci.
INTERIOR
Suzuki menyadari betul bahwa ruang kabin adalah faktor penting bagi keluarga Indonesia. Untuk itu, desain, fitur-fitur dan kenyamanan diperhatikan dengan serius. Nuansa two tone akan menyapa penumpang dengan perpaduan warna beige dan hitam yang berkesan mewah. Panel instrument juga terlihat ergonomis, modern dan mudah dijangkau. Sistem audio 2-DIN yang telah dilengkapi speaker tweeter di dashboard menciptakan tata panggung musik yang berkelas.
Oh iya, unit test drive yang redaksi gunakan adalah Ertiga tipe GX yang merupakan varian tertingggi dengan harga Rp 165 juta. Semua kelengkapan untuk kemudahan pengemudi pada tipe ini cukup dapat diakomodasi. Misalnya pengaturan tempat duduk yang telah dilengkapi height adjuster, lingkar kemudi yang bisa dinaik-turunkan hingga kontrol audio di setir. Semua perangkat tersebut akan memudahkan pengemudi mendapatkan driving position yang tepat.
Hebatnya lagi, Ertiga GX menjadi MPV Low teraman di kelasnya melalui penyematan kantung udara sebanyak 2 unit. Airbag ini disematkan pada lingkar kemudi untuk pengendara dan airbag di dashboard untuk keselamatan penumpang depan. Sebagai catatan, Avanza saja tidak dilengkapi airbag dan Nissan Evalia hanya memiliki 1 airbag untuk pengemudi saja.
Soal kelegaan penumpang baris kedua dan ketiga, Ertiga bisa diandalkan bagi 3 penumpang di tengah yang joknya bisa dimaju-mundurkan dan 2 penumpang belakang. Ruang kaki atau legroom-nya juga cukup mengakomodir keleluasaan penumpang belakang, kecuali mungkin penumpang dengan tinggi badan diatas 170, akan merasa agak sempit. Akses masuk ke baris ketiga juga cukup praktis, yaitu cukup menarik tuas bangku baris kedua.
PERFORMA & PENGENDALIAN
Setelah mengatur posisi mengemudi yang tepat dan memasang seat belt, Ertiga kemudian dihidupkan dan langsung pedal gasnya diinjak. Namun reaksi tenaganya tidak langsung bersifat agresif atau terdapat jeda. Kemungkinan penggunaan mesin baru berkode K14B berkapasitas 1.400 cc, DOHC VVT bersistem penggerak roda depan dengan tenaga 95 ps pada 6.000 rpm dengan torsi 130 Nm pada 4.000 rpm, perlu usaha keras untuk memindahkan bobot Ertiga yang mencapai 1.180 kg. Namun selebihnya di putaran menengah dan atas terasa ringan untuk digas.
Kemudinya terasa akomodatif untuk diajak bermanuver, tidak terlalu ringan atau terlalu berat. Platform Ertiga yang berasal dari Swift terbaru ini juga menghasilkan pengendalian yang mumpuni. Ertiga terasa lincah saat harus berpindah jalur di kecepatan tinggi dan minim gejala body roll. Penggunaan suspensi MacPherson strut di depan dan Torsion beam di belakang turut membantu kestabilan Ertiga di kecepatan tinggi.
Beberapa rekan redaksi yang turut menjadi penumpang juga merasakan kelembutan suspensi yang dimiliki Ertiga. “Kabinnya ternyata lega ya, trus bantingannya tidak terlalu keras saat melewati penutup saluran air di jalan Sudirman yang ketinggiannya lebih rendah dari aspal,” tutur seorang rekan tersebut.
KESIMPULAN
Melihat Suzuki APV yang mulai turun pamornya, Suzuki Indonesia sangat berharap besar pada MPV terbarunya ini. Tak heran, Suzuki Ertiga dibuat dengan pengembangan yang serius dengan desain, fitur dan kenyamanan, bahkan termasuk harga jualnya yang sangat kompetitif. Hasilnya, Ertiga seperti bisa dilihat sekarang, memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki rivalnya.
Alternatif baru di kelas MPV Low ini sangat menarik. Penampilan dan kepraktisannya akan memikat konsumen tanah air yang menggunakan MPV tidak hanya untuk bepergian atau bertamasya keluar kota, tapi juga kerap digunakan untuk bekerja sehari-hari. Soal purna jual, juga tidak usah khawatir. Suku cadang Suzuki sudah lama terkenal harganya terjangkau dan bengkel nya pun sudah tersebar dimana-mana.
m.lulut@gmail.com