Kenapa Gw Takjub Dengan Dengan Baterai ASUS Zenfone 4 Max Pro?

Sudah tahu dong jika ASUS baru saja mempersembahkan smartphone terbarunya yang mengusung karakteristik We Love Photo dan We Love Energy. Yups, bener banget namanya ASUS Zenfone 4 Max Pro. Btw, biarpun ini artikel opini gw, tapi foto di atas bukan foto gw lho. Cuman ilustrasi aja yang gw ambil dari website resmi ASUS, haha.

Yuk lanjut. Sebagai penggemar ASUS kalian sudah bisa menebak kan apa arti embel-embel ‘Max’ di belakang titel produk ini. Lagi-lagi benar banget, seri ini adalah penerus dari keluarga ASUS Zenfone Max Series yang merupakan varian paling powerful dan galak untuk urusan daya alias baterai.

Tapi satu hal yang menarik dari seri baru ini adalah upaya ASUS menonjolkan kekuatan kameranya. Bagaimana tidak, ASUS Zenfone 4 Max Pro rupanya ingin membidik segmen pengguna smartphone yang kian menggemari fotografi. Coba tengok deh, seri ini punya kombinasi dua buah kamera 16MP di bagian depan dan di bagian belakang.

 

Untuk kamera belakangnya sendiri, terdapat pula tambahan satu buah kamera wide yang bisa menangkap gambar hingga sudut 120 derajat. Adapun di kamera depan, tersedia soft LED untuk pengambilan foto di kondisi redup. Wow, lengkap bro.

Nah, soal kamera ponsel ini, Galip Fu, bos ASUS di Indonesia pernah bilang jika ZenFone 4 Max Pro didesain dengan advanced dual-camera system yang membuat fotografi mobile naik ke level berikutnya. Kamera utamanya, lanjut dia, punya resolusi 16MP dengan aperture f/2.0 mampu menangkap foto dengan jernih.

Lensa wide 120o yang tersedia memungkinkan lebih banyak orang masuk dalam frame saat memotret di dalam ataupun luar ruangan. Untuk memudahkan, Galip menambahkan, pengguna juga bisa mengatur secara instan ingin memotret dengan kamera normal ataupun kamera wide hanya dengan menekan satu tombol saja.

Ah cukup deh urusan kemampuan kamera, karena di artikel kali ini gw mau lebih fokus bahas baterainya. Udah baca kan judul tulisan gw di atas, kenapa gw takjub dengan baterai ASUS Zenfone 4 Max Pro?

Jawabannya: Ternyata di dalam ZenFone 4 Max Pro, ASUS menyimpan sebuah baterai lithium polymer berkapasitas ekstra lega, yakni 5.000mAh. Baterai ini didesain sedemikian rupa hingga dapat menghasilkan energi maksimal, meski dalam bentuk yang sangat tipis.

Dan gw pun lagsung bisa menyimpulkan dengan energi sebesar itu, pengguna bisa melakukan banyak hal. Mulai dari browsing lebih banyak, menonton video lebih lama ataupun berbicara sesering mungkin tanpa khawatir kehabisan baterai di tengah hari. Persis seperti penuturan Galip kala peluncuran produk ini.

Terbukti, dalam pengujian, ASUS ZenFone 4 Max Pro bisa digunakan selama sehari semalam non-stop untuk menjelajah web via Wifi, memutar film selama hampir 24 jam non-stop, atau dipakai menelepon lebih dari dua hari lamanya.

Bahkan, jika dibiarkan standby sambil tetap terhubung ke jaringan 4G, baterainya bisa bertahan hingga lebih dari 40 hari. Nah lho, awet banget kan? Awet sumpeh!

Sebagai ‘pemburu berita’ gw termasuk orang yang sering kelayapan di luar kantor seharian. Dari pagi sampai pagi lagi. Haha, lebay. Nggak sih, dari pagi sampai magrib lah minimal.

Tentu saja gw butuh baterai yang punya daya tahan yang impresif dong. Di sinilah gw pertama kali takjub. Selain irit, baterai Zenfone 4 Max Pro lama banget habisnya. Alhasil, gw tidak perlu menenteng atau mengantongi powerbank saat beredar di lapangan seharian penuh. Jujur, durabilitasnya yang tinggi membuat gw tidak perlu khawatir kehabisan baterai.

Tapi gw masih belum puas karena banyak smartphone lain di luar sana yang juga punya kapasitas baterai monster seperti Zenfone 4 Max Pro. Selidik punya selidik, ternyata smartphone ini punya banyak kelebihan lain terkait ‘baterai’.

Yups, smartpone ini punya teknologi power management yang dapat mengoptimalkan penggunaan baterai, memastikan keamanan dan performa jangka panjang. Namanya, ASUS Power Master.

Bahkan, Zenfone 4 Max pro bisa mengecas smartphone lain (reverse charging) dan masih banyak hal lain. Dengan mengaktifkan fitur ‘double battery lifespan’, perangkat Anda dapat di charge penuh (ke 100%) dan discharge (ke 0%) hingga 500 kali dalam lingkungan bersuhu 250C.

Lepas dari pengalaman gw memakai smartphone ini, ASUS sendiri sudah memberikan gambaran seputar performa baterainya. Di atas kertas, Zenfone 4 Max Pro ini bisa bertahan hingga 46 hari (4G standby). Bisa dipakai hingga 40 jam (3G) talk time.

Buat yang doyan menonton film, Zenfone 4 Max Pro bisa disetel memutar video nontop selama 22 jam. Sementara buat penggila dunia maya, kalian bisa memakai browsing via Wifi hingga 26 jam.

Tak hanya itu, baterai bongsor seperti Zenfone 4 Max Pro kerap terkendala soal waktu pengecasan yang lama alias lemot banget. Tapi ASUS sudah mengantisipasinya dengan dukungan fitur fast charging 10W (5V/2A). Hanya diperlukan waktu 4 jam untuk mengisi daya Zenfone 4 Max Pro sampai penuh.

Dengan pengisian daya selama 15 menit, Zenfone 4 Max Pro dapat digunakan untuk melakukan panggilan telepon selama 3 jam. Serta dilengkapi perlindungan agar baterai tidak over-charge. Pada saat Anda butuh daya tahan baterai lebih lama, Anda memiliki Super Saving Mode. Ketika diaktifkan, Zenfone 4 Max mampu bertahan 91 jam dalam keadaan standby walau baterai tersisa 10%.

Tak heran kalau cowok kayak Joe Taslim yang aktivitasnya padat demen banget pakai smartphone ini. Tuh, buktinya, bahkan doi merekomendasikan supaya pengguna yang punya banyak aktivitas outdoor supaya memakai ponsel ini.

 

Cukup deh gw curhat soal kemampuan baterai ASUS Zenfone 4 Max Pro ini. Gw ga bisa ngomong apa-apa lagi karena urusannya bisa panjang dan nggak bakal kelar sebulan kalau gw mesti ‘breakdown’ kedahsyatannya.¬†Intinya, buktiin aja deh sendiri kalau nggak percaya!

Komentar Anda

Hari P

Fans berat gadget dan smartphone email: portal.review1st@gmail.com twitter: @review1st