Ini Jawaban Kenapa Harga Smartphone Flagship di Cina Bisa Murah!

Kenapa sih harga smartphone flagship di Cina bisa begitu murah meriah? Pertanyaan ini cukup menggelitik, tapi tak bisa dipungkiri jika realitanya adalah harga smartphone high end merek tertentu memang tergolong sangat ‘miring’ dibandingkan smartphone flagship merek lain.

Bisa dibilang ada beberapa merek di Tiongkok yang selisih harga seri flagship-nya bisa sangat jauh lebih murah dibandingkan seri flagship keluaran Samsung atau iPhone milik Apple. Padahal smartphone itu diklaim punya paket fitur dan hardware yang identik.

Seperti dikutip dari phonearena, salah satu produsen smartphone asal Cina yang dikenal punya harga terjangkau adalah Xiaomi. Merek ini bahkan sudah begitu populer sebagai penyedia smartphone high end dengan harga murah meriah.

Sang perusahaan sendiri sudah begitu eksis di kawasan Asia sebagai produsen ponsel yang menyediakan perangkat dengan harga lebih ‘miring’ dari rival-rivalnya.

Xiaomi sendiri baru-baru ini bahkan menjajaki pasar Eropa Xiaomi dengan perangkat high end Xiaomi Mi Mix 2 yang dibanderol 500 euro atau sekitar 8 juta rupiah (kurs 16000) nyaris separuh dari harga Galaxy Note 8 dan iPhone X di kawasan tersebut.

Tapi soal fitur dan spesifikasi jangan ditanya, Xiaomi Mi Mix 2 punya desain bezel-less nan mutakhir dan hardware papan atas. Harganya di Cina sendiri bagaimana, tentu saja jauh lebih murah.

Jadi bagaimana mungkin bisa seperti itu?

Phonearena memberikan penjelasan yang cukup gamblang. Pengguna di kawasan AS dan Eropa mungkin masih belum ‘ngeh’. Tapi di negara asalnya, Xiaomi ternyata punya model bisnis yang berbeda dan cukup membuat ‘shock’.

Smartphone berbasis Android ini sudah dikustom secara signifikan oleh sang vendor dengan antarmuka bernama MIUI. Namun bukan sekedar ‘skin’ atau tampilan saja karena MIUI di Tiongkok sudah disuntik dengan ads….alias iklan.

Bukan, bukan bug, karena iklan yang menyisip dalam MIUI adalah sebuah fitur. Jelasnya, kita tidak bisa membeli ponsel Xiaomi tanpa sistem ads atau iklan. Dan ini merupakan hal yang lumrah di sana.

Faktanya, pengguna di Cina kerap memplesetkan MIUI menjadi ‘AdUI’ karena sisisan iklan yang termuat di dalam antarmukanya tersebut. Tapi harap dicatat jika ponsel Xiaomi untuk pasar negara lain tidak didukung dengan system-wide ads, alias hanya ada di Cina saja.

Untuk mengkonfirmasi bahwa system ads memang benar-benar merupakan fitur, berikut ada promosi terbaru dari Xiaomi dimana perusahaan menawarkan custom theme yang bisa dibeli. Dan, pengguna bisa menikmati pengalaman bebas iklan dalam waktu terbatas dengan merogoh sejumlah uang.

Iklan sendiri bisa muncul di tempat yang tak terduga dalam antarmuka, bukan hanya pada lockscreen saja. Berikut ada term dari promo MIUI yang sedang berlangsung di Tiongkok, via Google Translate dari bahasa Mandarin:

(5) “Remove ads automatically”:
When a user purchases a membership, most system ads and system ads are automatically removed. Third-party ads (ie third-party ads) cannot be automatically waived. Some dual card phones may be affected. A millet account and can only be automatically exempt from a cell phone ads, such as millet account binding multiple mobile phones, automatically remove the advertising rights will be affected. If a member account binds a new mobile phone within the validity period of the member, this right may have a delay of about one day.

Ini bisa jadi merupakan petunjuk kenapa smartphone di Cina bisa sangat murah meriah harganya. Jadi istilah “when it’s free, you are the product,” benar adanya. Saat semua terasa gratis, kita tak menyadari bahwa kita yang jadi produk jualannya.

Tika M

The strongest actions for a woman is to love herself, be herself and shine amongst those who never believed she could.”