Review ASUS ZenFone Zoom S, Dual Camera Powerful Dengan Optical Zoom

Jika bicara smartphone ASUS, sulit rasanya memisahkan antara fitur kamera dengan handset. Seolah sudah menyatu. Eksplorasi vendor ini di sektor kamera menurut gw cukup eksepsional.  Alhasil, gw tidak terlalu heran saat amunisi baru mereka yakni ASUS Zenfone Zoom S muncul menonjolkan kemampuan kamera powerful.

Sejauh yang gw lihat, sebagai salah satu produsen smartphone terbesar di dunia, ASUS cukup konsisten menghasilkan produk dengan fitur kamera terbaik. Divisi riset dan pengembangan mereka sukses memperkenalkan PixelMaster sebagai teknologi kamera yang mampu menghadirkan kualitas gambar terbaik untuk berbagai kondisi pemotretan.

 

Gw masih ingat mode Low Light di ZenFone generasi pertama mereka yang membuat penggunanya berdecak kagum atas kemampuannya menangkap gambar di ruang yang nyaris gelap. ASUS terus menggeber inovasi di sektor kamera, ditandai dengan kehadiran keluarga ASUS ZenFone 2, teknologi PixelMaster terus dikembangkan dan menjadi salah satu fokus ASUS dalam menghadirkan hasil foto dengan kualitas terbaik.

Hasilnya adalah PixelMaster 2.0 yang saat itu mampu menghasilkan foto 400% lebih terang, mode Backlight (super HDR) untuk menampilkan detail sempurna di kondisi foto backlight dan fitur Super Resolution yang bisa menghasilkan resolusi foto sampai 4 kali lipat dari resolusi sensor kamera.

Kemudian ASUS melakukan update dengan mengembangkan PixelMaster 3.0 di ASUS ZenFone generasi ketiga. PixelMaster 3.0 menghadirkan teknologi fokus laser secepat 0.03 detik, serta teknologi penstabil gambar dengan kompensasi lensa di 4sumbu (axis) untuk menstabilkan 8 arah gerakan kamera.

Di bagian sensor, penyempurnaan dilakukan dengan hadirnya teknologi Deep Trench Isolation untuk memisahkan spektrum cahaya ke filter warna yang sesuai di sensor, kemampuan koreksi warna sesaat setelah foto direkam dan fitur pengambilan video resolusi 4K yang belum pernah ada pada generasi sebelumnya bahkan smartphone lain di kelas harga yang sama.

Review ASUS Zenfone Zoom S

Cukup sudah ngelantur soal inovasi kamera ASUS, karena sekarang gw lebih concern bahas salah satu andalan terbaru mereka yang dibenami kemampuan fotografi terbaik buatan ASUS yakni Zenfone Zoom S. Tak hanya menyoroti kamera, gw juga bakal sedikit melakukan review ASUS Zenfone Zoom S.

Fitur Kamera ASUS Zenfone Zoom S

Sesuai namanya, smartphone ini punya fitur paling menonjol yakni ‘zoom’. Sebelumnya, ASUS pernah membuat perangkat berfitur zoom dengan nama ZenFone Zoom menggunakan teknologi prisma dan pergeseran mekanis lensa di dalam badan perangkat. ZenFone Zoom S adalah penyempurnaan dari ZenFone Zoom namun dengan teknologi baru yang lebih efisien.

Zenfone Zoom S menggunakan dua lensa untuk dapat beralih antara sudut lebar dan sudut pembesaran (zoom). Fitur dual lensa ini sekaligus awal jejak ASUS dalam melangkah ke dunia lensa ganda.

Dual kamera 12MP ASUS Zenfone Zoom S

Dua kamera adalah fitur penting di ZenFone Zoom S. Banyak pertanyaan muncul mengapa menggunakan dua kamera sekaligus berdampingan, sementara di generasi pertama ASUS hanya menggunakan satu kamera dengan lensa yang bisa bergeser secara mekanis. Jawabannya ada pada efisiensi desain perangkat yang sekaligus bisa menekan harga jual.

Perubahan lensa gerak mekanis ke dual kamera membuat desain ZenFone Zoom S kini lebih ramping, hanya setipis 7.99 milimeter yang dibutuhkan untuk menampung seluruh komponen smartphone dalam badannya. Desain dual kamera dengan dua lensa juga memiliki keuntungan lain, yaitu proses zoom bisa dilakukan lebih cepat dari menggeser posisi lensa.

ASUS menggunakan 2 kamera dengan 2 lensa yang memiliki ukuran berbeda untuk menangkap gambar dengan sudut yang berbeda pula. Lensa sebelah kiri berukuran 25mm untuk menangkap foto sudut lebar sampai 82 derajat. Dengan bukaan rana maksimum f/1.7 lensa ini hebat saat diajak mengambil foto di ruang minim cahaya atau bahkan di ruang gelap sekalipun.

Pengambilan gambar di ruang minim cahaya ini dimungkinkan berkat adanya tambahan fitur ASUS SuperPixel. Bagaimana dengan kemungkinan gambar buram akibat guncangan tangan saat mengambil gambar? ASUS sudah mengantisipasinya dengan fitur penstabil optis yang bisa bergerak ke 4 sumbu (axis). Dengan fitur ini guncangan tangan bisa diminimalkan ketika foto diambil.

Lensa sebelah kanan punya peran penting dalam pembersaran foto (zoom). Lensa ini berukuran 56mm, dan bisa melakukan pembesaran optis 2,5 kali dari lensa lebar di sebelah kirinya. Lensa ini cukup baik saat dipakai untuk mengambil gambar portrait atau close up karena efek kedalaman ruang (depth of field) berhasil diciptakan dengan baik menggunakan lensa zoom ini.

Kombinasi kedua lensa ini bisa menghasilkan foto dengan efek latar blur yang menarik. Sebab, kamera kini mampu membedakan jarak depan dan belakang dari obyek foto untuk kemudian diberikan efek depth of field.

Pilih Lensa Lebar Atau Zoom?

Sekarang muncul pertanyaan, bagaimana ASUS mengatur penggunaan dua lensa ini? Kapan lensa zoom mulai dipakai?

Hasil percobaan menunjukkan, pada awal membuka aplikasi kamera, maka pengguna akan dibawa ke lensa/kamera utama dengan sudut lebar. Jika icon zoom ditekan, maka aplikasi akan mulai menggunakan lensa kedua untuk membesarkan obyek 2,3 kali.

Pengguna bisa melakukan zoom manual dari 1x zoom sampai 2,2x zoom menggunakan sapuan dua jari, hanya saja dalam jarak tersebut kamera pertama akan melakukan zoom digital, ketika berada di 2,3x maka barulah kamera kedua bekerja. Besaran zoom masih bisa ditambah sampai 12x. Pada tahap ini, kamera kedua yang akan melakukan zoom digital sampai nilai maksimal 12x.

Tapi sistem di atas tidak melulu terjadi di setiap kondisi pemotretan. Ini dikarenakan ASUS membenamkan sebuah algoritma khusus yang otomatis mengatur penggantian antara kamera wide dan zoom. Kamera zoom baru akan aktif jika kondisi pemotretan berada pada kondisi cahaya yang cukup. Hal ini untuk mencegah foto terlalu gelap saat menggunakan kamera kedua (zoom).

Namun demikian, jangan lantas kuatir tidak bisa menggunakan kamera zoom untuk menangkap obyek yang jauh. Sebab, pengguna tetap bisa ‘memaksa’ ZenFone untuk beralih ke kamera kedua. Khusus yang ini, pengguna harus melakukannya di mode kamera manual.

Sensor Kamera ASUS Zenfone Zoom S

Dua kamera tentu menjadi sia-sia jika tidak didukung oleh teknologi sensor kamera yang mumpuni. Seperti diketahui, sensor menjadi salah satu faktor penting dalam menghasilkan foto yang baik, selain tentunya lensa yang berkualitas.

ASUS mempersiapkan ZenFone Zoom S dengan teknologi sensor Sony IMX362 yang merupakan salah satu jenis sensor terbaik di dunia fotografi mobile. Sensor ini memiliki ukuran 1/2.55 inci, salah satu sensor terbesar yang diadopsi kamera smartphone saat ini.

Mengapa butuh sensor besar? Sensor besar akan berpengaruh pada banyak cahaya dan noise yang akan dihasilkan foto nantinya. Makin besar ukuran sensor, makin luas penampang yang bisa dipakai untuk menangkap cahaya. Apalagi Sony IMX362 ini memiliki ukuran piksel hanya sebesar 1,4 mikron. Ukuran piksel yang makin kecil berarti makin banyak elemen gambar yang bisa menangkap foton cahaya sehingga kinerja kamera di tempat minim cahaya akan lebih baik.

Fitur RGB color correction pada sensor ini juga membantu menghasilkan foto dengan warna yang lebih alami. Dengan fitur ini, kamera akan mendeteksi jenis dari cahaya yang ditangkap lalu melakukan pengaturan terbaik untuk mencapai keseimbangan terbaik berdasarkan warna alami.

Dengan sensor IMX362 pengguna juga mendapat manfaat tambahan saat merekam video menggunakan ZenFone Zoom S. Apalagi kalau bukan resolusi rekam video 4K/UHD alias 3840 x 2160. Saat merekam video 4K ini perangkat juga akan meredam guncangan kamera secara elektronik (Electronic Image Stablization) untuk memastikan video tetap stabil.

Fokus Super Cepat ASUS Zenfone Zoom S

Seakan belum cukup membekali sensor canggih di kameranya, ASUS menambahkan satu lagi fitur yang tidak kalah penting saat smartphone dipakai untuk memotret, fokus otomatis. Sejak generasi ZenFone 2, ASUS sudah membenamkan teknologi laser untuk membantu kamera mencari fokus dengan cepat. Teknologi yang sama juga dibenamkan di ZenFone Zoom S, lalu apa bedanya, adakah peningkatan di fitur ini?

Meskipun ASUS menggunakan teknologi laser yang sama dengan yang dipakai di keluarga ZenFone 3, ada tambahan teknologi yang membuat fokus ZenFone Zoom S jauh lebih gesit dan lebih baik. Bersama dengan fokus laser, ASUS menyertakan teknologi Dual Pixel Phase Detection Auto Focus (PDAF).

Teknologi yang sering ditemui di kamera DSLR ini memanfaatkan sensor utama untuk melakukan deteksi jarak obyek terhadap kamera. Mirip yang dilakukan mata kita ketika mencari fokus dari obyek yang dilihat. Ada sekitar 12 juta piksel atau 100 persen dari keseluruhan bagian sensor gambar yang dipakai untuk mendeteksi cahaya dalam sistem PDAF di ZenFone Zoom S. Sebagai catatan, sistem PDAF tradisional biasanya hanya menggunakan sekitar 5% dari area sensor.

Salah satu kehebatan dari fokus PDAF ini adalah saat menangkap obyek bergerak, di mana kamera bisa secara otomatis mengunci fokus mengikuti obyek utama yang dibidik. Ini sangat membantu ketika pengguna membidik obyek bergerak cepat saat memotret atau merekam video. Oleh ASUS, teknologi Dual Pixel PDAF, fokus laser dan fokus penjejak obyek bergerak disatukan dalam teknologi bernama ASUS TriTech+ Technology.

Mode Manual ASUS Zenfone Zoom S

ZenFone Zoom S menyediakan setelan kamera yang cukup lengkap dengan rentang nilai yang juga masuk dalam kategori luar biasa. Kecepatan rana maksimum misalnya yang bisa mancapai 1/16000 dengan waktu telama sampai 32 detik.

Shutter speed cepat tentu sangat berguna untuk membekukan obyek yang bergerak cepat, sementara shutter speed lambat dapat dipakai untuk membuat efek foto yang menarik utamanya saat malam hari. Pengaturan antara lensa wide dan zoom juga bisa diatur di mode manual, itu berarti pengguna bebas menentukan akan memakai kamera yang akan dipakai memotret.

Di menu setting, pengguna bisa melakukan pengaturan tambahan untuk mengubah saturasi, kontras, ketajaman gambar, tingkat pengurangan noise, kompensasi backlight sampai penyempunaan detail. Fitur- fitur ini sebenarnya yang membedakan ZenFone Zoom S dengan smartphone lain yang juga menyediakan fitur manual.

Bahkan di mode manual ini, pengguna bisa memilih untuk mengambil foto dalam moda RAW (mentah). Tidak banyak kamera yang menyediakan mode ini memang, dan biasanya hanya kamera-kamera yang fokus pada fitur fotografi. ZenFone Zoom S menghasilkan file RAW berformat DNG (Digital Negative) yang dikebangkan oleh Adobe.

Saat mencoba mengambil gambar dengan format DNG, kami bisa melakukan olah gambar pasca pemotretan menggunakan Adobe Lightroom dan mengatur semua komponen gambar layaknya foto yang dihasilkan oleh kamera konvensional.

Pilihan Mode Foto ASUS Zenfone Zoom S

Selain moda otomatis dan manual, pengguna ZenFone Zoom S diberi pilihan 17 moda foto yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan. Ke 17 moda itu antara lain: HDR Pro, Beautification, Super Resolution, Children, QR Code, Night, Depth of Field, Effect, Selfie, GIF Animation, Panorama, Miniature, Time Rewind, Smart Remove, All Smiles, Slow Motion dan Time Lapse.

HDR Pro

Jika obyek utama memiliki latar cahaya matahari atau cahaya terang, aktifkan moda ini. Kamera dengan otomatis akan meningkatkan detail di area bayangan (shadow) untuk mencegah obyek menjadi terlalu gelap. HDR Pro bukan hanya berguna untuk memotret di kondisi tadi, kondisi lain misalnya di bawah terik matahari juga bisa memanfaatkan mode yang sama untuk memunculkan detil foto.

Beautification

Fitur ini dapat membuat wajah manusia yang difoto menjadi lebih sempurna. Dengan moda ini kita bisa mengatur tingkat kehalusan kulit, tingkat kecerahan kulit, ukuran mata, ukuran pipi/dagu, mengatur tonal kulit wajah sampai menambahkan perona pipi untuk mereka yang tidak sempat melakukan make up saat difoto. Semua (kecuali tonal kulit) hasilnya bisa dilihat secara realtime tanpa harus mengambil foto terlebih dahulu.

Super Resolution

ZenFone Zoom S hadir dengan kamera bersensor Sony IMX362 12 megapiksel. Untuk penggunaan sehari- hari, termasuk update media sosial atau dicetak untuk ukuran yang tidak seberapa besar. Jika pengguna butuh foto dengan resolusi lebih tinggi untuk kebutuhan cetak besar, tersedia fitur Super Resolution yang bisa meningkatkan ukuran piksel sampai 48 megapixel. Algoritma cerdas ASUS menghasilkan resolusi sebesar ini dengan menumpuk 4 kali piksel asli sensor (12 MP) sehingga detail lebih baik bisa tercipta.

Children

Jika memiliki anak kecil, fitur children ini tidak boleh dilewatkan. Dengan fitur ini, kamera akan menyediakan berbagai suara unik untuk menarik perhatian sikecil agar mau mengalihkan pandangannya saat akan difoto. Tidak cuma itu, kamera juga akan otomatis mengambil foto jika mendeteksi wajah, sehingga pengguna tidak akan kehilangan momen senyuman manis si kecil.

QR Code

Butuh menscan kode QR? Tidak perlu tools khusus untuk itu, sebab ASUS sudah menyediakan aplikasi scanner di dalam salah satu moda kamera ZenFone. Lumayan untuk mengurangi tambahan instalasi aplikasi terkait fitur ini.

Night

Foto malam hari kadang butuh tantangan tersendiri. Gambar terlalu gelap biasanya jadi masalah utama saat memotret malah hari atau di tempat cahaya gelap. Aktifkan saja moda Night ini, kamera akan mengatur kecepatan rana, setelan ISO dan komponen lain agar foto terlihat tetap baik. Satu yang harus disiapkan di moda ini adalah tripod, atau minimal tangan yang cukup stabil saat mengambil gambar.

Bokeh

Foto close up dengan latar buram (blur) membuat obyek utama jadi lebih kuat dan menonjol. Persoalannya, dengan lensa 25mm, agak sulit untuk membuat foto dengan latar yang bisa benar-benar buram. Fitur ini memungkinkan hal tersebut terjadi. Dengan algoritma khusus dan bantuan dua lensa, kamera PixelMaster mampu memburamkan latar belakang obyek untuk membuat efek seperti yang bisa dihasilkan lensa DSLR. Hebatnya ZenFone Zoom S punya kemampuan menampilkan hasil efek Bokeh secara real time.

Effect

Bosan dengan hasil foto yang itu-itu saja? Tenang, ASUS menyediakan 11 efek tambahan seperti Pixelize, Negative, Sephia, Edge Detect, Cartoon, Pencil, Grayscale, Hue, Romantic, Vintage, dan Lomo.

Selfie

Kamera belakang ZenFone Zoom S juga dapat difungsikan untuk berselfie atau wefie. Sulit karena tidak bisa langsung melihat layar? Dengan fitur ini kamera akan mulai mengambil gambar saat menemukan wajah manusia. Pengguna tinggal menset jumlah wajah minimum yang terdeteksi untuk mulai mengambil gambar.

GIF Animation

Sesuai namanya, fitur ini berfungsi untuk membuat animasi yang nantinya akan disimpan dalam format GIF. Kamera akan mengambil banyak seri gambar saat menangkap dengan mode ini dan membuat animasi secara otomatis. Pengguna bisa mengatur seberapa cepat animasi yang akan dibuat.

Panorama

Rekam keindahan panorama dengan fitur ini. Cukup aktifkan mode Panorama, lalu mulai gerakkan kamera dari kiri ke kanan atau sebaliknya untuk merekam sudut super lebar. Bukan cuma menyamping, panorama memanjang dari atas ke bawah juga bisa dibuat dengan fitur ini.

Miniatur

Efek miniatur atau mainan bisa juga dibuat dengan mudah menggunakan moda ini. Pengguna bisa mengatur seberapa banyak area buram akan dibuat, termasuk mengatur tingkat buram dan saturasi warna yang akan dibuat nantinya. Jika bosan dengan bidang buram lurus, tersedia bidang buram melingkar.

Time Rewind

Ini adalah fitur yang paling berguna untuk mereka yang sering melewatkan momen indah. Dengan mode ini kamera akan menyimpan seri gambar selama 3 detik sebelum dan 1 detik setelah tombol rana ditekan. Jika momen terlewat saat menekan rana, tinggal putar ke detik-detik sebelum atau sesudah foto diambil tadi, dan simpan sebagai foto terbaik.

Smart Remove

Memotret di keramaian kadang menyebalkan, apalagi latar belakang yang seharusnya menceritakan suasana tertutup oleh orang-orang yang lalu lalang. Mode Smart Remove hadir untuk menyelamatkan pengguna dari hal tadi, dengan cara menghilangkan semua obyek bergerak saat foto diambil. Foto pun akan terlihat lebih bersih dari obyek bergerak yang tak perlu.

All Smiles

Moda ajaib ini mampu membuat semua wajah di kamera tersenyum atau setidaknya memiliki ekspresi yang bagus. Caranya dengan mengambil 5 seri foto dan menggabungkannya dengan cara mendeteksi hanya wajah-wajah yang tersenyum. Menarik bukan?

Slow Motion

Mode ini tergolong baru di ZenFone tapi cukup menarik untuk dicoba. Sesuai namanya, kamera akan memperlambat semua gerakan yang diambil lalu menyimpannya sebagai format video. Dalam moda ini ZenFone Zoom S merekam gerakan dalam rating 60 frame per detik, lalu menjadikannya video 30 frame per detik sehingga video terlihat melambat.

Time Lapse

Moda terakhir ini tidak kalah menarik. Dengannya pengguna bisa membuat video dimana semua obyek berjalan lebih cepat. Ada 6 pilihan interval pengambilan gambar dalam mode ini, dimulai dari 1 detik dengan maksimal 5 detik jeda. Makin tinggi nilai jeda, makin cepat pergerakan dalam video yang dihasilkan.

Koreksi Warna dengan Dual Tone LED

Bicara kamera tentu tidak lengkap jika tidak mengulas lampu kilat yang menyertainya. Lampu kilat berfungsi penting dalam memberi tambahan cahaya ke obyek saat foto diambil di ruang minim cahaya. Meskipun ZenFone Zoom S memiliki kinerja minim cahaya yang baik, lampu kilat tetap penting untuk memunculkan warna asli pada obyek.

Bicara warna, tantangan terbesar pada penggunaan lampu kilat adalah perubahan tonal kulit yang biasanya menjadi lebih pucat dari tonal kulit alami manusia. Itu karena lampu LED untuk kamera smartphone biasanya berwarna putih. Oleh ASUS, hal ini dikompensasi dengan menambahkan warna oranye di LED kedua mendampingi LED pertama yang berwarna putih. Hasilnya adalah foto dengan tonal kulit yang lebih alami.

Kamera Selfie 13MP ASUS Zenfone Zoom S

Meskipun ZenFone Zoom S bukan dibuat spesifik sebagai smartphone selfie, tapi ia dibekali dengan fitur selfie yang sangat lengkap. Tidak percaya? Lihat saja spesifikasi kamera depan perangkat ini yang mengusung kamera beresolusi 13MP dengan sensor Sony IMX214. Sensor ini dipasangkan dengan lensa yang memiliki bukaan (apertur) f/2.0 untuk memastikan kinerja low light terbaik.

Fitur selfie apa saja yang menemani kamera ini? Yang paling menarik adalah Selfie Panorama. Dengan fitur ini, kita bisa mengambil foto wefie dengan banyak teman dengan sudut pengambilan yang mencapai 140 derajat. Dengan sudut selebar ini bukan hanya seluruh peserta wefie yang terekam, tapi juga pemandangan di belakangnnya. Untuk menggunakan fitur ini, pengguna tinggal menggeser sudut kamera sepanjang sudut yang diinginkan. Mirip saat menggunakan fitur panorama di kamera belakang. Kamera akan menggabungkan foto secara otomatis.

Beberapa fitur lain seperti Night, Slow Motion, GIF Animation, Effect, HDR Pro, dan Beautification juga tersedia di kamera depan. Fungsi dan penggunaannya sama persis dengan fitur yang terdapat di kamera belakang.

Hasil Foto:

Desain ASUS Zenfone Zoom S

 

ASUS pernah membuat perubahan mendasar dari desain perangkatnya pada generasi ZenFone 3. Berbeda dengan sebelumnya yang menggunakan material plastik, ZenFone 3 justru dilapis menggunakan kaca Gorilla Glass berdesain 2.5D. Sekarang, ASUS kembali memberi sentuhan khusus pada ZenFone Zoom S dengan membungkus badannya menggunakan material metal (aluminium).

Material metal ini cukup membuat ZenFone Zoom S tampil elegan sekaligus lebih kokoh dan kuat menahan berbagai tantangan benturan. Sentuhan warna Navy Black makin menguatkan kesan elegan di perangkat ini yang memang pas dipakai oleh mereka aktif dan hobi berburu momen.

ZenFone 3 Zoom merupakan smartphone dengan ukuran layar 5.5 inci. Layar sebesar ini disematkan ke dalam badan perangkat berukuran 154.3mm x 7.99mm. Rasio layar terhadap badan perangkat yang mencapai 76.5% membuat bentuk perangkat tidak terlalu bongsor.

Bagian depannya simpel, ASUS menempatkan 3 tombol navigasi di bawah layar yang dilapis Gorilla Glass 5 2.5D. Bodi belakang dibenami kamera dengan bagian tengahnya dihuni sensor sidik jari.

Layar ASUS Zenfone Zoom S

 

 

ASUS Zenfone Zoom S mengadopsi layar AMOLED yang mampu menampilkan 100% ruang warna dalam standar NTSC. Dengan kemampuan ini, seluruh warna di gambar dan foto yang ditampilkan layar ZenFone Zoom S akan terlihat lebih sempurna dan alami. Layar AMOLED ini juga dikenal sebagai teknologi hemat daya, itu berarti penghematan baterai yang lebih baik jika menggunakan layar konvensional.

Layar dengan resolusi Full HD (1920 x 1080) mampu menghasilkan tampilan dengan kecerahan 500nits atau kecerahan maksimal yang masih bisa dilihat dengan baik meskipun layar berada di bawah cahaya terang, seperti sinar matahari misalnya.

Fitur terakhir yang juga tak kalah menarik di layar ini adalah kemampuan multi sentuh yang dapat mengenali sampai dengan 10 jari secara simultan. Jangan kuatir soal jejak sidik jari yang akan tertinggal kemudian, sebab layar ZenFone Zoom S sudah dibekali pelapis anti sidik jari untuk membuat layar tetap terlihat bersih.

Performa ASUS Zenfone Zoom S

 

ASUS membenamkan prosesor QualComm Snapdragon 625 delapan inti berkecepatan 2 GHz di dalam ZenFone Zoom S. Prosesor ini memiliki proses produksi 14nm yang artinya memiliki kinerja lebih baik dengan konsumsi daya yang 35% lebih hemat. Di Indonesia, prosesor ini dipasangkan dengan memori 4GB. Di sisi grafis, Adreno 506 dipercaya untuk menangani berbagai render grafis baik 2 dimensi maupun 3 dimensi.

Bagaimana kinerjanya? Kami mencoba menguji kebolehan ZenFone 3 Zoom dengan 5 aplikasi benchmark untuk melihat bagaimana kinerjanya, mereka adalah 3D Mark, NenaMark 2, Geekbench 4, Antutu Benchmark v6.2.7 dan Quadrant Standard. Ini dia hasilnya.

Benchmark Score
3D Mark (Sling Shoot Extreme) 467
3D Mark (Ice Storm Unlimited) 13771
Geekbench 4 Single Core 854
Geekbench 4 Multi Core 4172
NenaMark 2 59.8 FPS
Quadrant Standard 36728 (CPU: 162309, Mem: 10854, I/O: 7708)
Antutu Benchmark v6.2.7 62474

Menggunakan platform ini, ASUS ZenFone Zoom S mendapat fitur tambahan ekstra yaitu kemampuan Dual SIM Dual Active. Dengan fitur ini, kedua SIM bisa bekerja menerima panggilan telepon sekalipun SIM pertama atau kedua sedang aktif bertelepon. Fitur lain adalah dukungan standar 4G dan 3G di SIM pertama dan kedua. Sebagai informasi, smartphone umumnya hanya menyediakan jaringan 4G di SIM pertama dan 2G di SIM lainnya.

Baterai ASUS Zenfone Zoom S

 

Perangkat hebat terasa kurang jika tidak didukung oleh daya yang kuat. ASUS memikirkan hal ini dengan membenamkan baterai berkapasitas 5000mAh di ZenFone Zoom S. Tenang, baterai berkapasitas ini sama sekali tidak mengganggu desain dari perangkat. Ini terlihat dari tebal keseluruhan badan perangkat yang kurang dari 8mm saja dan bobot total perangkat 170 gram.

Seberapa kuat baterai milik ZenFone Zoom S ini? Kami mencobanya dengan mengisi ulang penuh baterai dan menggunakannya seperti penggunaan normal sehari-hari, misalnya melakukan chatting via aplikasi WhatsApp, menjelajah web, mendengar musik, sampai memutar film (sekitar 5 menit) . Dari kapasitas baterai 15%, butuh sekitar 4 sampai 5 jam agar baterai ZenFone Zoom S ini penuh (100%).

Agak lama memang, namun waktu isi ulang tadi terbayar dengan daya tahan baterai. Total hampir 2 hari lebih ZenFone Zoom S mampu bertahan. Ini dalam setelan Power Management Normal. Mungkin jiks diubah ke Power Saving, waktu pakai perangkat bisa tembus 3 hari.

Yang unik dari baterai besar milik ZenFone Zoom S adalah kemampuannya untuk dibagi ke perangkat lain. Ya, baterai 5000mAh di perangkat ini bisa difungsikan sebagai power bank untuk smartphone lain. Pengguna cukup menggunakan kabel USB OTG dari ZenFone Zoom ke perangkat lain yang akan diisi ulang.

Sisi Multimedia ASUS Zenfone Zoom S

Bagi penggemar multimedia, kamera, layar Full HD dan kinerja perangkat yang jempolan mungkin belum cukup memuaskan. Tuntutan lain tentu ada pada seberapa hebat ZenFone Zoom S mampu menghasilkan suara terbaik untuk dipakai mendengarkan musik atau menonton film aksi.

Di dalam ZenFone Zoom S, ASUS menggunakan speaker dengan konstruksi 5 yang diletakkan dalam ruang suara besar yang ditenagai oleh NXP Smart AMP. Hasilnya adalah suara yang 20% lebih kuat namun tetap rendah distorsi. Tidak cuma itu, di perangkat ini pula ASUS menggabungkan teknologi SonicMaster-nya dengan sertifikasi High-Res Audio. Dengan kualitas High-Res Audio 24bit/192kHz kualitas suara yang dihasilkan 4 kali lebih baik dari kualitas CD. Bahkan jika dirasa masih kurang, ZenFone Zoom masih memberikan ekstra dukungan terhadap standar DTS Headphone:X 7.1 untuk menyempurnakan hiburan kamu ke tingkat yang lebih tinggi.

Fitur ASUS Zenfone Zoom S

Agar memperkaya pengalaman mobile pengguna, ASUS memberikan tambahan beragam fitur yang sedikit banyak dapat menyempurnakan keseluruhan fungsi dari produk ini. Dual Internal MIC dengan teknologi ASUS Noise Reduction misalnya, yang mampu membantu mengurangi suara bising latar saat bertelepon. Jika pengguna memiliki SIM yang mendukung jaringan Voice over LTE (VoLTE), ZenFone Zoom pun sudah mendukung standar ini. Di Indonesia salah satu operator yang sudah menerapkan VoLTE adalah SmartFren

Sensor sidik jari juga tidak ketinggalan disertakan ASUS di perngkatnya ini. Sensor ini bukan cuma berfungsi untuk mengamankan perangkat, tapi bisa dipakai untuk melakukan hal lain, misalnya menjawab telepon, mengaktifkan kamera atau mengambil gambar memotret. Jika dipakai mengamankan perangkat, sensor sidik jari ini bisa merekam sampai 5 jari yang berbeda.

Pengguna yang sering terhubung ke jaringan WIFI bisa merasakan kehebatan dari teknologi standar WIFI IEEE 802.11 b/g/n. Teknologi N di standar ini diklaim mampu menghantarkan data sampai kecepatan 433Mbps. Sementara standar koneksi 4G LTE yang didukung oleh ZenFone Zoom S adalah Cat 7, yang diklaim memiliki kinerja jaringan sampai 300Mbps.

Ragam sensor yang melekat pada ZenFone Zoom S ini juga beragam. CPU-Z mencatat sensor Gyroscope, Accelerometer, Proximty dan Compass tersedia di perangkat ini. Seharusnya sensor-sensor ini cukup untuk berbagai kebutuhan, termasuk saat menjadikan ZenFone Zoom sebagai perangkat untuk mendukung Virtual Reality dengan bantuan Google card board.

Kesimpulan Gw…

So, ASUS Zenfone Zoom S adalah satu-satunya smartphone dengan harga ‘terjangkau’ (maksudnya lebih murah dari kompetitor, hehe) yang punya fitur dan kemampuan kamera powerful. Bicara keunggulan kamera ASUS Zenfone Zoom S rasanya tak akan ada habisnya.

Di sisi lain, ASUS Zenfone Zoom S pun tak kehilangan sentuhan ‘ponsel cerdas’ alias smartphone. Tengok saja prosesornya yang bertenaga, baterai yang tahan lama hingga desain serta konektivitas papan atas.

Akhir kata, gw mesti bilang bahwa smartphone ini sangat direkomendasikan buat pecinta mobile fotografi.

Komentar Anda

Hari P

Fans berat gadget dan smartphone email: portal.review1st@gmail.com twitter: @review1st