Big Bosnya Korupsi, Mitsubishi Minta Maaf

#kamisukareview – Senin (19/11/2018), secara resmi Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mengumumkan bahwa Ketua Dewan dan Direktur Perwakilan MMC, Carlos Ghosn, telah ditangkap oleh Kantor Jaksa Penuntut Umum Distrik Tokyo.

Mitsubishi merupakan salah satu anggota dari aliansi dengan merek kenamaan, yakni Nissan Motors.

Penangkapan itu terkait tuduhan mengajukan laporan sekuritas tahunan yang berisi laporan palsu, yang melanggar Instrumen Keuangan dan Undang-Undang.

Ghosn yang merupakan salah satu sosok penting di Nissan itu pun diduga melakukan pelanggaran tata kelola perusahaan dan masalah kepatuhan.

Pada 5 tahun terakhir, Ghosn dituduh tidak melaporkan pendapatannya sebesar 5 miliar yen (Rp647,9 miliar) dan dituduh menggunakan aset-aset perusahaan untuk kepentingan pribadi.

Bahkan media Jepang, NHK, melalui sumber yang identitasnya dirahasiakan, menyebut bahwa perusahaan menyediakan berbagai rumah di empat negara kepada Ghosn, yakni di Rio de Janeiro, Beirut, Paris, dan Amsterdam.

Selain itu juga dikatakan Ghosn kerap melakukan perjalanan liburan bersama keluarga dengan menggunakan uang perusahaan.

Jaksa menyebut, bahwa Ghson dan Direktur Perwakilan, Greg Kelly, berkonspirasi untuk tidak mencantumkan seluruh kompensasi yang diterima Ghosn sejak 2010.

Ghosn dikatakan telah mengisi laporan sekuritas tahunan berisi laporan palsu sehingga dirinya terancam hukuman 10 tahun penjara atau denda 10 juta yen. Bisa jadi keduanya.

Tentunya tindakan itu bertentangan dengan aturan yang mewajibkan perusahaan-perusahaan Jepang mencantumkan gaji para pejabat eksekutif sebesar 100 juta yen atau lebih.

Para jaksa menegaskan mereka telah merazia markas Nissan di Yokohama sebagai bagian dari penyelidikan. karena diduga Ghosn melakukan pelanggaran tersebut saat masih menjabat eksekutif di Nissan.

Dalam siaran persnya, aliansi itu segera akan melakukan penyelidikan internal mendalam tentang pelanggaran yang mendera bos besar mereka itu. Jika itu benar, maka Ghosn pun akan dilengserkan.

Ini tentunya mengejutkan, mengingat Ghosn dipandang sebagai sosok penting yang mampu mengubah nasib Nissan pada awal 2000-an.

Direktur Eksekutif Nissan, Hiroto Saikawa, mengatakan bahwa terlalu banyak kewenangan diberikan kepada satu orang (Ghosn) dalam konteks pengelolaan perusahaan.

“Ini adalah sisi kelam era Ghosn yang berlangsung lama,” katanya.

Namun ia mengatakan bahwa kemitraan perusahaan tidak akan terdampak signifikan oleh kejadian ini.

Perusahaan pun meminta maaf kepada masyarakat atas kekhawatiran yang bisa saja terjadi terkait kasus tersebut.

Lantas, apa dampaknya?

Terkoreksi, saham Mitsubishi dan Nissan merosot pada awal perdagangan bursa Tokyo setelah penangkapan Ghosn.

Saham Mitsubishi anjlok lebih dari 7%, sementara Nissan turun sebesar 4%.

Leave a Reply

Your email address will not be published.