“Burn Out”2018 Solo, Pecahkan Rekor 14 Ribu Pengunjung

#kamisukareview  –  Akhir pekan lalu, area Sentra Niaga di kota Solo tampak dipenuhi oleh ribuan motor dan juga disesaki oleh ratusan motor custom mulai dari pagi hingga malam. Acara custom terbesar di Solo, “Burnout” sukses mendatangkan sekitar 14.000 pengunjung untuk melihat suguhan acara-acara mulai dari pameran motor-motor custom yang datang dari berbagai daerah.

“Pada tahun ini jumlah pengunjung yang mendatangi acara diluar dugaan kami, ini menandakan pecinta custom di wilayah Solo Raya semakin bertambah banyak. Bahkan banyak juga pengunjung yang yang datang dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bandung, Surabaya dan Jakarta,” ungkap Eko Susanto, PIC acara “Burnout”

Hadir dengan tema “SOPANEVA JAYAMAHE” yang diartikan sebagai “Di jalanlah kita Berjaya” pada tahun ini, rangkaian acara “Burnout” diawali dengan acara keliling kota Solo bersama dengan puluhan motor custom. Tampak di antara puluhan motor tersebut adalah anak pertama dari Presiden Joko Widodo, Gibran “Chillipari” Rakabuming yang mengendarai motor bergaya scrambler berwarna hijau miliknya.

Berbagai acara yang ada di dalam area lokasi acara seperti Custom Meetup, music zone, pin up photo session, live pinstripe demo, dan juga area F&B tampak dipenuhi oleh pengunjung. Salah satu konten acara baru pada tahun ini yaitu, 90’s wave ternyata mampu menarik perhatian pengunjung untuk bernostalgia dan ber-selfie ria.

Di area tersebut memajang beberapa motor khas tahun 90-an seperti Honda Astrea, Suzuki Stinger T125 dan juga beberapa motor legendaris lain. Beberapa motor custom dari beberapa builder juga dipamerkan di dalam lokasi acara yang datang dari berbagai daerah seperti Bandung, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Kendal, Pati, Madiun dan Solo Raya.

Beberapa workshop dan builder juga turut mendukung acara ini antara lain: Bimo Hendrawan, Bimo Custombike (Jakarta), Lulut Wahyudi, Retro Classic Cycle (Yogyakarta), Flying Piston Garage (Bandung), Queen Lekha Choppers (Yogyakarta), Brew Custom (Solo), Agung Pitstop (Solo), Tjap Macan dan Kustomfest (Yogyakarta), BBQ Ride (Bandung), dan juga Customland (Surabaya).

Small bore corner yang juga merupakan konten baru pada tahun ini memajang motor-motor lokal yang sudah diubah oleh pemiliknya. Ada 4 pick award yang diberikan pada peserta small bore corner antara lain: Golden Ticket by Suryanation yang diwakili oleh salah satu juri Suryanation Motorland Battle, Lulut Wahyudi yang memilih motor garapan Jazel dengan basic motor Mega Pro asal Semarang.

Motor tersebut juga mendapatkan media pick dari Gastank Magazine. Sementara dua pick lain didapatkan oleh Sembarang Bagus Yogyakarta dengan motor Binter Merzy dan Chopper Artspot Yogyakarta juga dengan motor Binter Merzy. Di area pinstripe challenge yang didukung oleh Envi terdapat 20 peserta dan terpilih 3 best pinstripe: Mahendra dari Karanganyar, Masoto dari Solo dan Benedic dari kota Semarang.

Atraksi tong setan yang menjadi salah satu daya tarik pengunjung juga tampak selalu mengundang riuh tepuk tangan dari penonton. Tidak sedikit juga yang memberikan uang kepada penunggang motor custom Honda Prima dan Honda GL125 yang dulu pernah menjadi primadona di jamannya. Di panggung musik atraksi dari band metal Down For Solo juga “memanaskan” acara pada malam hari sebelum acara ditutup dengan atraksi puncak yang menjadi ciri khas acara yaitu “Burnout Time”. (rym)