Nissan Jamin Mekaniknya Siap Tangani X-Trail Hybrid

Nissan 3 - X-Trail Hybrid 1REVIEW1ST.COM, Purwakarta – Mesin hybrid seperti Nissan X-Trail Hybrid memang berbeda dengan mesin biasa, karena menggabungkan dua penggerak yaitu mesin konvensional dan motor listrik. Selain itu terdapat baterai yang digunakan untuk menyimpan energi yang akan disalurkan kepada roda. Teknologi ini membuat konsumsi bahan bakar bensin dipastikan menjadi lebih hemat. Namun karena belum popular di Indonesia, teknologi baru ini tentunya membutuhkan penanganan khusus.

PT. Nissan Motor Indonesia (NMI) yang baru saja meluncurkan X-Trail Hybrid, mengaku sudah menyiapkan faktor after sales atau layanan purna jualnya untuk kenyamanan konsumennya. “Konsumen tidak perlu khawatir, karena kami sudah melakukan training kepada mekanik-mekanik di dealer-dealer Nissan. Secara umum, sebenarnya X-Trail Hybrid sama dengan X-Trail mesin bensin, hanya bedanya terdapat baterai dan motor listrik,” tukas Budi Nur Mukmin, GM Product Planning and Marketing Strategy NMI

Nissan 7 - X-Trail Hybrid 5Budi menjamin setiap dealer di kota-kota besar dipastikan akan sanggup melayani mobil yang dijual seharga Rp 625 tersebut. “Semua dealer bisa menangani X-Trail Hybrid dan jika terkait baterai atau motor listrik, dealer di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan bisa dilayani. Jika terjadi apa-apa diluar itu, kita juga bisa melakukan flying mechanic atau mengirimkan mekanik,” imbuh Budi.

Keyakinan Budi cukup beralasan karena pihak prinsipal Jepang disebutkan sudah memberikan training terkait mesin hybrid ini. Indonesia sendiri merupakan negara kedua setelah Jepang yang memasarkan Nissan X-Trail Hybrid. “Di Jepang X-Trail Hybrid sangat populer dan terbukti selama ini tidak ada masalah. Indonesia dipilih sebagai negara kedua setelah Jepang karena di Asean, Indonesia adalah pasar paling sukses,” tegas Budi.

Saat ini produksi Nissan X-Trail Hybrid dilakukan di negara asalnya, Jepang. Namun kabar tersiar bahwa Thailand akan memproduksi model tersebut untuk dipasarkan di pasar domestiknya, dan menjadi basis produksi untuk ekspor. Artinya tidak menutup kemungkinan Nissan Indonesia akan mendatangkannya dari negeri gajah Putih. “Kabarnya Thailand akan mendapatkan jatah produksi. Semuanya mungkin saja terjadi, untuk bisa menekan harga jual,” tutup Budi.
luluthebat@yahoo.com

Mustafa Iman

penulis | pengelana