Pasca Mudik, Michelin Anjurkan Tetap Periksa Kondisi Ban

Melihat tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas selama musim Lebaran 2012, yaitu 5.233 kasus kecelakaan dengan korban meninggal 908 orang, Michelin merasa perlu untuk terus mengkampanyekan aman berkendara melalui pemeriksaan kendaraan dan roda secara rutin. Pasalnya, ban dengan kondisi tidak layak, menjadi salah satu penyebab kecelakaan terjadi.

Merujuk data hasil kegiatan Fill Up With Air yang diselenggarakan Michelin Indonesia beberapa waktu lalu menjelang mudik, hampir 78,30% unit kendaraan yang diperiksa memiliki tekanan ban di bawah standar. Hal ini mengindikasikan bahwa mayoritas pengendara masih belum peduli dengan permasalahan ban.

Namun, kondisi ban dari kendaraan-kendaraan tersebut hampir 21,70% masih dalam keadaan bagus. Hanya sekitar 5,66% yang harus segera diganti karena sudah tidak layak. Fill Up With Air yang diselenggarakan Michelin sendiri dilakukan selama dua hari pada 13-14 Agustus 2012 di Plaza Barat, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
 
Nora Guitet, Head of Communications PT Michelin Indonesia, mengatakan, perlu ada edukasi mengenai pentingnya melakukan pemeriksaan ban secara terus-menerus dan teratur. Sebab, ban merupakan salah satu faktor keamanan yang terpenting bagi keselamatan berkendara di jalan.

Menurut Nora, Michelin Indonesia berencana untuk mengadakan kegiatan sejenis di kota lain di Indonesia. Apalagi, jaringan dealer Michelin saat ini sudah mencapai 22 dealer yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. “Pemeriksaan ban tidak harus menunggu waktu mudik lebaran. Kegiatan “Fill Up With Air” juga dapat dilakukan di daerah lain. Ini merupakan bagian dari tanggungjawab Michelin untuk memberikan kesadaran tentang keselamatan berkendara di jalan bagi masyarakat Indonesia untuk mengurangi jumlah angka kecelakaan di jalan,” lanjut Nora.
 
Kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap kondisi ban seringkali menjadi pemicu utama terjadinya kecelakan. Di Indonesia, berdasarkan data Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, selama tahun 2011 jumlah kecelakaan di jalan raya mencapai 106.129 ribu, naik 2,27% dibandingkan tahun 2010. Akibat kecelakaan tersebut, sekitar 30.629 orang meninggal dengan total kerugian material ditaksir mencapai Rp 278,4 miliar.
m.lulut@gmail.com

Mustafa Iman

penulis | pengelana

Leave a Reply

Your email address will not be published.