Salut! Motor Viar Masih Eksis Hingga Tahun Ke-12

Memang tidak mudah membangun sebuah brand dan menciptakan produk-produk motor bagi masyarakat Indonesia. Tanpa komitmen kuat akan layanan purna jual serta modal besar, mustahil bisa bertahan di industri motor di Indonesia yang super ketat. Namun pabrikan yang mengklaim asli buatan dalam negeri, Viar yang berada di bawah bendera PT. Triangle Motorindo, mampu melewati tantangan dan hambatan hingga kini usianya mencapai 12 tahun.

“Viar merupakan merek asli Indonesia yang dibangun secara professional dengan sumber daya manusia putra-putri Indonesia. Satu dasawarsa Viar menjadi sejarah dan Viar sudah mencapai penjualan diatas 500 ribu unit. Kami juga kini telah memiliki pabrik besar dengan kapasitas hingga 75.000 unit per bulan di Bukit Semarang Baru,” ujar Akhmad Zafitra Dalie, General Manager Viar Indonesia.

Pria yang akrab disapa Dalie ini menambahkan, kini saatnya Viar menatap masa depan. Rencana jangka panjang pun telah dipetakan dengan menargetkan dalam 5 tahun kedepan populasi motor Viar bisa mencapai 1,6 juta unit motor Viar. Sedangkan untuk tahun 2012, Viar mematok target penjualan sebesar 130 ribu unit dan dalam 5 tahun kedepan targetnya akan membengkak hingga 520 ribu unit pada 2016.

Optimisme Viar ini didasarkan pencapaian Viar di tahun 2011. Tahun lalu, Viar berhasil menjual 70.030 unit. Kontribusi terbesar didapat dari segmen motor bebek melalui produknya Viar Star 100 cc sebesar 46,1%, diikuti motor roda tiga sebagai kendaraan Niaga yaitu Karya 200 cc dan Karya Box 150-200 cc sebesar 43,3%, tipe sport bernama Viar Vix R 150 cc4,9% dan sisanya tipe skutik Viar Vior.

“Terus meningkatnya penjualan Viar di Indonesia, tidak lepas dari ketersediaan produk-produk kami yang selalu mengikuti kebutuhan masyarakat Indonesia. Mulai dari produk regular seperti bebek, produk usaha roda tiga sampai produk perkotaan seperti sport dan matik. Kami juga menetapkan harga dengan prinsip Ekonomis Berkualitas, dimana harga termurah di kelasnya dengan standar kualitas tinggi,” imbuh Dalie.

Untuk motor bebek dan matik, Viar membanderol harganya antara Rp 8 juta – 9,9 juta, sport Rp 14 juta – 16 juta dan kendaraan roda 3 mulai dari Rp 18 juta – 22 juta. “Kami juga melakukan ekspor meskipun tidak besar untuk kendaraan niaga roda tiga ke Timor Leste dan Afrika,” tutup Dalie.
m.lulut@gmail.com

Mustafa Iman

penulis | pengelana

Leave a Reply

Your email address will not be published.