Rencana Huawei dan Honor Kuasai Dunia dengan Dual Brand

#kamisukareview – Huawei dan Honor memakai strategi dual brand untuk menguasai dunia. Dan, sang perusahaan mengungkapkan jika strategi tersebut berhasil dieksekusi dengan sukses. Itu kata salah satu petinggi Huawei.

Seperti dikutip dari GSMArena, Richard Yu, CEO Consumer Division Huawei mengumumkan jika mereka mempunyai dual brand strategi terbaru untuk perangkat Huawei dan Honor. Strategi baru ini dirancang dari strategi yang sudah dicanangkan sejak 2012 dan mencapai sukses dalam pelaksanaannya.

Huawei dan Honor target jadi top brand

huawei honor

Huawei ingin menadi salah satu produsen smartphone terbesar di dunia. Sementara Honor ditugaskan untuk menempel rapat di belakangnya. Diposisikan menjadi merek global nomor empat dunia dan menjadi merek kedua terbesar di Cina.

Huawei dan Honor akan bekerja bahu membahu dalam mengembangkan teknologi inovatif di masa depan dan bekerjasama dalam hal distribusi serta ritel. Dn faktanya, divisi consumer sekarang menjadi yang terbesar di tubuh Huawei.

Tahun lalu, divisi ini berhasil melewati bisnis jaringan Huawei dengan penjualan mencapai 348.9 miliar yuan atau 52 miliar dolar AS. Sebuah peningkatan penjualan year on year mencapai angka 45,1%.

huawei mate x

Di lain pihak, Honor ternyata berhasil tumbuh lebih cepat dengan angka year on year mencapai 170%. Dan lagi, menurut IDC, Honor menempati ranking dua dalam penjualan online global.

Honor juga tengah bersiap untuk memperkenalkan device 5G pertama mereka akhir tahun ini. Dan, bersama dengan Mate X besutan Huawei bakal berjalan beriringan dengan bisnia jaringan Huawei.

Dan soal target yang dipasang Yu kala itu (2012), di dalamnya termasuk transisi dari hanya sekedar ODM menjadi OEM. Menyingkirkan HP murah meriah yang hanya sekedar memberi margin tipis buat perusahaan. Huawei juga menyisipkan chip dari HiSilicon (chipset Kirin dan modem Balong) serta mengembangkan EMUI.

Sekarang, strategi dual brand Huawei dan Honor mulai menjadi ancaman serius buat vendor lain. Strategi ini pula yang kemudian diadopsi besar-besaran oleh vendor Cina lain.

Bermunculan sub brand baru yang mengekor taktik Huawei ini. Ada yang tertatih-tatih seperti Nubia-nya ZTE atau Moto milik Lenovo. Tapi ada juga yang langsung mendapat respon positif. Sub brand yang terlihat eksis adalah OnePlus.

Sementara beberapa sub brand yang baru lahir pun ikut bermain mencari tempat. Ada Pocophone atau Poco, Realme miliknya OPPO hingga Redmi yang akhirnya dipisahkan dari Xiaomi.

Lalu apa untungnya? Mungkin secara kasar jawabannya seperti ini. Buat vendor bisa memecah segmentasi dan kini lebih mudah dalam mengerucutkan target pasar. Sementara konsumen mendapat lebih banyak pilihan, karena biasanya sub brand ini dikemas lebih murah tapi spesifikasi tetap melimpah.

Tika M

The strongest actions for a woman is to love herself, be herself and shine amongst those who never believed she could.”