Dianggap Bohong, Telkomsel Diminta Revisi Iklan Blackberry Unlimited

Telkomsel kena getahnya. Operator nomor satu ini dianggap melakukan kebohongan dalam penawaran layanan Blackberry Unlimited. Belum lama ini, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Kota Surakarta memerintahkan Telkomsel mencabut iklan penawaran BlackBerry Unlimited di seluruh media, baik media massa maupun promosi.

Keputusan itu diambil dalam sidang gugatan salah seorang pengguna layanan BlackBerry Telkomsel yang merasa dirugikan akibat penawaran iklan tersebut. Dalam keputusan tersebut Telkomsel dianggap tidak jelas dalam menampilkan materi iklannya. Semestinya jika kata-kata “unlimited” diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, berarti tidak terbatas tanpa ada embel-embel apa pun.

“Kalau kemudian dibatasi, berarti bukan unlimited tapi limited,” ujar anggota majelis hakim, Bambang Ary Wibowo, seusai sidang putusan, Selasa, 1 November 2011 seperti dikutip dari tempointeraktif.com.

Dalam penawaran iklan itu disebutkan bahwa dengan membayar Rp 99 ribu pemakai BlackBerry akan dapat mengakses Internet secara tidak terbatas atau unlimited. “Nyatanya setelah diperiksa dalam persidangan diketahui bahwa akses itu tidak termasuk untuk streaming dan download,” tambah Ary.

Ujung-ujungnya, majelis hakim pun memerintahkan operator tersebut menarik seluruh iklan di atas di seluruh Indonesia dan merevisi materi iklannya. Usai persidangan, Supervisor Corporate Communications Telkomsel Regional Jateng-DIY, Anindito Respati, menyatakan menghargai putusan tersebut. Menurut dia hal itu menjadi pembelajaran bagi Telkomsel untuk menyampaikan informasi atau penawaran ke pelanggan lebih baik lagi.

Soal putusan penarikan iklan, “Kami akan berdiskusi dulu dengan kantor pusat. Sebab ini menyangkut iklan di seluruh Indonesia,” ucapnya. Pihaknya masih punya waktu 14 hari untuk menyatakan menerima atau banding.

Sementara Taufiq sebagai penggugat mengatakan cukup puas sebagian tuntutannya sudah dikabulkan. Namun dia tetap menuntut permintaan maaf dari Telkomsel. “Saya akan tetap kejar permintaan maaf itu,” ujarnya.

Bambang mengatakan jika dalam 14 hari kedua belah pihak tidak menyatakan menerima atau tidak, akan dianggap menerima. Jika sudah menerima, keputusan harus segera dilaksanakan. “Khusus untuk Telkomsel, jika menerima mereka harus segera menarik iklannya. Nanti pengawasan kami serahkan ke Kementerian Perdagangan dan Kepolisian karena ada tembusan keputusan sidang ke instansi tersebut,” katanya. Dan, jika Telkomsel menyatakan banding, nantinya dipersilakan mengajukannya ke pengadilan negeri untuk kasus perdata.

Tika M

The strongest actions for a woman is to love herself, be herself and shine amongst those who never believed she could.”

Leave a Reply

Your email address will not be published.